Subscribe via RSS

Friday, 29 June 2012

Fenomena Seleksi Masuk PTN - Part 1

 Dahulu kala, hiduplah para murid SMA dalam damai dan tenang.. tapi semua berubah setelah SNMPTN datang..

Apa yang lagi nge-trend sekarang ini? Liga Euro 2012!! Euforia sepak bola tahun ini! Orang-orang mendukung tim pilihannya masing-masing. Sayangnya, gua termasuk minoritas yang bener-bener ga ngerti apa-apa. Toh mereka ini yang main, mereka yang menang, dan kalah-menang mereka ga ada dampaknya buat gua. Terdengar sangat ansos? mungkin..

Tapi sebelum euro, ada hal yang lebih menegangkan dan ngebuat panik tiap anak-anak yang uda lulus SMA dan belom dapet kuliah kayak gua (baca : pengangguran) : SNMPTN! Semenjak adanya SNMPTN, dari awal semester lima banyak yang berubah demi meraih PTN yang dicita-citakan. Orang-orang menjadi tambah rajin, ruang guru selalu dipenuhi murid yang meminta nilai tambah di rapotnya demi SNMPTN Undangan, bimbel-bimbel makin gencar promosi dengan nakut-nakutin dangan nunjukin statistik dan soal SNMPTN Tertulis yang sulit, dan koruptor makin gencar korupsi.. eh, ga nyambung ding yang terakhir, udah dari dulu itu mah.


Salah satu hal yang paling menonjol terlihat di smansa karena adanya SNMPTN adalah "murtad massal" anak-anak IPA, yang mau kuliah di jurusan IPS. Saling bahu-membahu, berjuang menyusul ketertinggalan dari anak-anak IPS. Terlihat juga kelompok "calon dokter", anak-anak yang mengejar impian untuk kuliah di Fakultas Kedokteran. Saat SNMPTN undangan, kelompok "calon dokter" tersebut seperti "berbagi jatah", saling membicarakan topik "mau FK dimana?" dan membuat pembagian yang terbaik agar bisa semua lolos di FK yang diinginkan.

 Gua juga berubah menjadi kamen raider, dari murid supermales gajelas dan tampang acak-acakan menjadi... murid supermales gajelas dan tampang acak-acakan yang sedikit tambah rajin. Berusaha di SNMPTN buat ngeraih PTN yang diinginkan bener-bener terasa perjuangannya. Kadangan tiap liat anak TK gua jadi ngiri, ga perlu susah buat masuk SD.

Di ajang SNMPTN yang bergengsi, meriah, dan bikin panik ini, gua dapet kesempatan untuk ikut SNMPTN Undangan. Dengan nilai rapor yang pas-pasan, berada di urutan terakhir diantara yang mau masuk jurusan ilmu komputer UI, gua ga berharap banyak. Seperti kata orang bijak, "Ikut SNMPTN Undangan bagaikan ikut undian". Kalo boleh gua tambahin, undiannya adalah undian togel. Kenapa harus togel? Suka-suka gua yang nulis! :p

berlanjut di part 2... iya, bener, males nulisnya kambuh

1 komentar:

Fikri said...

2 kalimat terakhir gue suka... lucu

Post a Comment